Desa Rengas Kapuas terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi balita. Melalui program inovatif bertajuk GESTUR (Gerakan Satu Telur), pemerintah desa mengambil langkah nyata dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting yang masih menjadi perhatian serius.
Program ini dilatarbelakangi oleh temuan data pada tahun 2025 yang mencatat sebanyak 27 bayi di Desa Rengas Kapuas terindikasi mengalami stunting. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Desa Rengas Kapuas tidak tinggal diam. Bersama Puskesmas Sungai Rengas dan para Kader Posyandu, dilakukan kolaborasi intensif dalam mengidentifikasi, memantau, serta memberikan intervensi langsung kepada balita yang membutuhkan.
GESTUR (Gerakan Satu Telur) menjadi salah satu solusi konkret yang dijalankan. Melalui program ini, setiap bayi yang terindikasi stunting mendapatkan asupan tambahan berupa satu butir telur setiap hari selama 90 hari berturut-turut. Telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang mudah diperoleh, terjangkau, serta kaya akan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pelaksanaan program ini tidak hanya sebatas pemberian makanan tambahan, tetapi juga disertai dengan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan dan kader posyandu. Orang tua bayi juga diberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta kebersihan lingkungan sebagai faktor pendukung dalam mencegah stunting.
Kepala Desa Rengas Kapuas menyampaikan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. “Kami berharap melalui GESTUR, angka stunting di desa dapat ditekan secara signifikan, sehingga anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya.
Dengan adanya program GESTUR, Desa Rengas Kapuas tidak hanya berupaya mengatasi masalah stunting secara jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menghadapi tantangan serupa demi mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.